Sabtu, 10 April 2010
TERITORIAL MANUSIA
Teritorialitas merupakan perwujudan ‘ego’ seseorang karena orang itu tidak ingin diganggu, atau dapat dikatakan sebagai perwujudan dari privasi seseorag. Jika kita amati lingkungan di sekitar kita dengan mudah, akan kita dapati indikator teritorialitas manusia seperti papan nama, pagar batas, atau papan pengumuman yang mencantumkan kepemilikan suatu lahan.
Julian Edney (1974) mendefinisikan teritorialitas sebagai sesuatu yang berkaitan dengan ruang fisik, tanda, kepemilikan, pertahanan, penggunaan yang eksklusif, personaliasi, dan identitas. Termasuk didalamnya dominasi, kontrol, konflik, keamanan, gugatan akan sesuatu, dan pertahanan.
Teritori berarti wilayah atau daerah dan teritorialitas adalah wilayah yang dianggap sudah menjadi hak seseorang. Misalnya, kamar tidur seseorang adalah wilayah yang dianggap sudah menjadi hal seseorang. Meskipun yang bersangkutan sedang tidur di sana dan ada orang yang memasuki kamar tersebut tanpa izinnya, ia akan tersinggung rasa teritorialitasnya dan ia akan marah. Contoh lain misalnya bangku-bangku di kantin. Apabila ada orang yang menempati tempat tersebut, kemudian ingin pergi sebentar untuk memesan makanan, atau pergi ke toilet, ia akan meninggalkan sesuatu seperti buku atau tas di atas meja, dengan harapan orang lain yang melihat ada buku atau tas disitu diharapkan tahu bahwa bangku tersebut sudah menjadi teritorinya sehingga tidak diduduki.
Dari uraian tersebut, dapat diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yag ada hubungannya dengan kepemilikan atau hak seseorang atau sekelompok orang atas suatu tempat atau suatu lokais geografis. Pola tingkah laku ini mencakup personalisasi dan pertahanan terhadap gangguan dari luar.
2. KLASIFIKASI TERITORIALITAS
Tingkah laku teritorialitas manusia mempunyai dasar yang agak berbeda dengan binatang karena teritorialitas manusia berintikan pada privasi. Sementara itu, fungsi teritorialitas pada hewan untuk mempertahankan diri, dorongan untuk mempertahankan hidup, dan mempertahankan jenis.
Tingka laku teritorialitas hewan ini, antara lain membuat atau mendiami tempat hunian, menyimpan bahan makanan di tempat tertentu, mencari atau mengumpulkan makanan dari area tertentu, dan melindungi anak-anaknya dari serangan makhluk lain. Dorongan yang mendasari tingkah laku teritori pada hewan ini dinamakan naluri teritori.
Teritorialitas pada manusia mempunya fungsi yang lebih tinggi daripada sekedar fungsi mempertahankan hidup. Pada manusia, teritorialitas ini tidak hanya berfungsi sebagai perwujudan privasi saja, tetapi lebih jauh lagi teritorialitas juga mempunyai fungsi sosial dan fungsi komunikasi.
Sebagai media komunikasi, teritori juga terbagi dalam beberapa golongan, klasifikasi teritori yang terkenal adalah klasifikasi yang dibuat Altman (1980) yang didasarkan derajat privasi, afiliasi, dan kemungkinan pencapaian.
a. Teritori Primer
teritori primer adalah tempat-tempat yang sangat pribadi sifatnya, hanya boleh dimasuki orang-orang yang sudah sangat akrab atau yang sudah mendapat ijin khusus. Teritori ini dimiliki oleh perseorangan atau sekelompok orang. Misalnya, ruang tidur atau ruang kantor.
b. Teritori Sekunder
Teritori sekunder adalah tempat-tempat yang dimiliki bersama oleh sejumlah orang yang sudah cukup saling mengenal. Kendali pada teritori ini tidaklah sepenting penggunaan dengan orang asing. Misalnya, ruang kelas, kantin kampus, ruang latihan olahraga, dll.
c. Teritori Publik
Teritori publik adalah tempat-tempat yang terbuka untuk umum. Pada prinsipnya, setiap orang diperkenankan untuk berada di tempat tersebut. Misalnya, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, lobi hotel, dan ruang sidang pengadilan yang dinyatakan terbuka untuk umum,
Kadang-kadang teritori publik dikuasai oleh kelompok tertentu dan tertutup bagi kelompok yang lain, seperti bar yang hanya untuk orang dewasa atau tempat-tempat hiburan yang terbuka untuk dewasa umum, kecuali anggota ABRI, misalnya.
Selain pengklasifikasian tersebut, Altman (1975) juga mengemukakan dua tipe teritori lain, yaitu objek dan ide. Meskipun keduanya bukan berwujud tempat, diyakini juga memenuhi kriteria teritori. Karena seperti halnya dengan tempat, orang juga menandai, menguasai, mempertahankan dan mengontrol barang mereka, seperti buku-buku, pakaian, motor, dan objek lain yang dianggap miliknya.
Selain itu, Lyman dan Scott (1967) juga membuat klasifikasi tipe teritorialitas yang sebanding dengan klasifikasi Altman. Namun, terdapat dua tipe yang berbeda, ytiu teritori interaksi (interactional territories) dan teritori badan (body territory).
Teritori interaksi ditujukan pada suatu daerah yang secara temporer dikendalikan oleh sekelompok orang yang berinteraksi. Misalnya, sekelompok anak yang masuk ke dalam lapangan bola ketika sedang ada pertandingan bola oprang dewasa, atau seorang anak kecil masuk dalam ruang kuliah yang tidak peruntukkan baginya.
Sementara itu, teritori badan dibatasi oleh badan manusia. Namun, batasannya bukanlah ruang maya, melainkan kulit manusia, artinya segala sesuatu mengenai kulit tanpa izin dianggap gangguan. Orang itu akan mempertahankan diri terhadap gangguan tersebut.
3. PELANGGARAN DAN PERTAHANAN TERITORI
Bentuk pertama pelanggaran teritori yang dapat diindikasi adalah invasi. Seseorang secara fisik memasuki teritori orang lain, biasanya dengan maksud mengambil kendali atas teritori tersebut dari pemiliknya. Misalnya, invasi Amerika atas Irak.
Bentuk kedua adalah kekerasan. Suatu bentuk pelanggaran yang bersifat temporer atas teritori seseorang. Biasanya tujuannya bukanlah untuk menguasai kepemilikannya, melainkan suatu bentuk gangguan. Tabrak lari dan pencurian, masuk dalam kategori ini. Kadang-kadang gangguan ini terjadi tidak dengan sengaja, misalnya ketika seorang anak laki-laki memasuki toilet wanita. Namun, bisa juga terjadi dengan sengaja, tanpa harus memasuki teritori secara fisik, misalnya pencurian atau gangguan pada data komputer di sebuah perusahaan, atau memasuki gelombang radio tertentu tanpa izin.
Bentuk ketiga adalah intimidasi. Seseorang menggangu teritori orang lain dengan meninggalkan sesuatu yang tidak menyenangkan seperti sampah, coretan, atau bahkan merusaknya. Misalnya, ketika seseorang menyewa sebuah rumah, dan meninggalkan barang-barang bekasnya.
4. TERITORIALITAS DAN PERILAKU
Teritorialitas berfungsi sebagai proses sentral dalam personalisasi, agresi, dominasi, memenangkan, koordinasi, dan kontrol.
a. Personalisasi dan Penandaan
Personalisasi dan Penandaan seperti memberi nama, tanda atau menempatkan di lokasi strategis, bisa terjadi tanpa kesadaran akan teritorialitas. Misalnya, membuat pagar atas, memberi papan nama yang merupakan kepemilikan. Penandaan juga dipakai seseorang untuk mempertahankan haknya di teritori publik, seperti nomor kursi di pesawat atau bisokop.
b. Agresi
Agresi biasanya terjadi apabila batas teritori tidak jelas. Pada tingkat yang lebih luas, misalnya teritori daerah atau negara, perang sudah sangat sering terjadi karena adanya agresi.
c. Dominasi dan Kontrol
Dominasi dan Kontrol umumnya lebih banyak terjadi pada teritori primer.
(Sumber: ARSITEKTUR dan PERILAKU MANUSIA, karya Joyce Marcella Laurens)
Sabtu, 27 Maret 2010
PERILAKU ARSITEKTURAL pada RUANG TERBUKA
Hubungan manusia dengan ruang dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Hubungan Dimensional (Antropmetrics)
Hubungan Dimensional adalah menyangkut dimensi-dimensi yang berhubungan dengan tubuh manusia dan pergerakannya untuk kegiatan manusia.
2. Hubungan Psikologi dan Emosional (Proxemics)
Hubungan Psikologi adalah hubungan ini menentukan ukuran-ukuran kebutuhan manusia. Hubungan kedua ini menyangkut persepsi manusia terhadap lingkungan sekitarnya.
Ruang umum merupakan bagian dari lingkungan juga yang memiliki pola. Ruang umum adalah tempat yang timbul karena kebutuhan akan tempat-tempat kebutuhan bersama. Dengan adanya pertemuan bersama dan relasi antara orang banyak, maka kemungkinan akan timbul bermacam-macam kegiatan di ruang umum terbuka atau dapat dikatakan pula bahwa: Ruang terbuka ini pada dasarnya merupakan suatu wadah yang dapat menampuang kegiatan aktivitas tertentu dari warga lingkungan tertentu tersebut baik secara individu atau secara kelompok. Bentuk daripada ruang terbuka ini sangat tergantung pada pola dan susunan masa bangunan.
Menurut sifatnya, ruang umum dapat dibagi menjadi dua:
1. Ruang Umum Tertutup : yaitu ruang umum yang terdapat di dalam suatu bangunan
2. Ruang Umum Terbuka : yaitu ruang umum yang terdapat di luar bangunan
Sehingga dapat dirangkaikan pengertian batasan pola ruang umum terbuka adalah :
1. Bentuk dasar daripada Ruang Terbuka di luar ruangan
2. Dapat digunakan oleh publik (semua orang)
3. Memberi kesempatan untuk bermacam-macam kegiatan
Contoh – Contoh ruang terbuka seperti: jalan, pedestrian, taman, plaza, pemakaman, sekitar lapangan terbang dan lapangan olahraga, dll.
(Sumber: http://www.addysumoharjo.co.cc/?p=90)
Ruang Terbuka Publik di Pusat Kota dalam istilah Inggris disebut "place" berasal dari kata latin "platea" yang berarti ruang terbuka publik atau jalan yang diperlebar seperti pada "plaza" di Spanyol atau "piazza" di Italia atau kata yang lebih khusus seperti "square".
Dalam dunia arsitektur, seringkali pertimbangan arsitek hanya ada dua hal, yaitu estetika dan ekonomis. Padahal, psikologi persepsi berkembang dari psikologi tradisional dimana manusia dan lingkungan merupakan elemen dasar dan saling mempengaruhi satu sama lain melalui stimuli dan respon. Sebuah pola yang dapat menyenangkan mata dengan mudah dapat dimengerti dan selanjutnya dapat memberikan kepuasan tersendiri. Maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa psikologi arsitektur adalah studi mengenai ketertarikan manusia pada karakteristik fisik sebuah lingkungan binaan, atau studi yang melihat hubungan antara perilaku manusia dengan lingkungan sosiofisik. Itulah sebabnya mengapa diperlukan adanya campur tangan psikolog dalam dunia arsitektural. Manusia memperlihatkan diri mereka yang sebenarnya melalui bentuk-bentuk di sekeliling mereka, mulai dari bentuk ruangan, tata letak barang-barang dalam ruangan, hingga bentuk bangunan yang berfungsi sebagai hunian. Ketika seseorang mendapatkan kepuasan positif terhadap apa yang didapatkan, maka kenyamanan akan mudah terpenuhi.
Senin, 22 Februari 2010
Taman Mungil yang Indah dan Sehat
Dalam kehidupan di dunia perkotaan saat ini, wilayah pemukiman semakin tidak mencukupi, bahkan lahan kosong pun semakin berkurang. Kawasan perkotaan semakin padat dan ramai. Oleh karena itu, kehadiran taman mungil di tempat tinggal adalah solusi cocok untuk merilekskan pikiran, bersantai dari hiruk-pikuk perkotaan, dan merasakan aroma alam yang semakin sulit didapati di kawasan perkotaan. Memiliki taman yang indah tentu saja adalah impian semua penghuni rumah, selain itu memiliki rumah yang sehat juga adalah keinginan semua orang. Rasa sejuk, alami dari taman dapat menyegarkan pikiran, menyehatkan tubuh, membuat tenang, rileks dan mengurangi stress. Menikmati hijaunya tanaman dan bunga juga membuat suasana semakin terasa menyenangkan. Dengan adanya taman, kita dapat menikmati sinar matahari pagi yang menyehatkan bagi tubuh. Selain itu, kegiatan berkebun juga mampu mengalihkan pikiran dan rasa lelah ditubuh, sehingga mengurangi stress dan menyenangkan hati.
Untuk membuat taman rumah tidak harus membutuhkan lahan yang besar. Sedikit tanah kosong di sudut rumah dapat dijadikan taman mungil yang indah di rumah anda. Anda dapat memilih desain taman yang cocok dengan gaya kepribadian anda, karena kini banyak tersedia konsep taman yang dapat disesuaikan dengan keinginan sang penghuni rumah.
Dari penelitian ditemukan bahwa memandang taman saja sudah cukup memberikan efek baik untuk kesehatan psikologi orang. Lingkungan sekitar anda dengan pemandangan taman hijau dan bunga-bunga berwarna cerah akan memberikan perasaan menyenangkan bagi yang melihatnya. Perasaan sangat rilex dapat muncul dengan mencium harum bunga dan kesegaran tanaman hijau. Udara segar dari taman rumah anda dapat membuat perasaan anda jauh lebih enak dan meringankan beban yang mungkin ada.
Dengan adanya bunga-bunga, dedaunan, dan tanaman di taman rumah anda, maka rumah and semakin indah dengan kehadiran warna-warna cantik di taman anda tersebut.
Selain itu, banyak juga hard material yang dapat mempercantik taman anda. Lampu-lampu taman dapat diletakkan di taman, bentuknya dapay disesuaikan dengan konsep taman itu sendiri, air mancur/terjun mini dan kolam ikan juga memberi kesan sejuk pada taman ada, dan dapat mernjadi terapi stress.
Selain bunga-bungaan, taman juga bisa diisi dengan tanaman-tanaman yang berkhasiat sebagai obat-obatan, dengan begitu anda dapat membuat apotek hidup ditaman anda, begitu pula dengan tanaman buah. Taman anda semakin bermanfaat dengan adanya tanaman buah, jadi anda tak perlu lagi keluar rumah untuk membeli buah yang anda inginkan.
Jangan biarkan lahan disekitar rumah anda kosong, manfaatkan lahan kosong itu menjadi sesuatu yang cantik, bermanfaat, dan menyehatkan.
(Sumber: http://www.bestlandscaping-and-gardening.com/taman-rumah-yang-indah-dan-sehat.html)
Minggu, 21 Februari 2010
PENGANTAR ARSITEKTUR
Pengantar Arsitektur yang merupakan mata kuliah pokok yang paling mendasar dalam perkuliahan arsitektur adalah mata kuliah yang mempelajari tentang:
1. Kebudayaan
Bagaimana ciri khas dari budaya daerah tertentu tercermin dari arsitektural bangunan daerah atau negara tersebut dan menjelaskan bagaimana hubungan arsitektur dengan kebudayaan.
2. Fungsi
Pengantar Arsitektur mengajarkan kita untuk mengerti fungsi, karakteristik, dan makna fungsi dalam arsitektural, selain itu juga menjelaskan fungsi bangunan dan fungsi dari suatu ruang.
3. Arsitek dan Pengguna
Sebagai mata kuliah pokok dasar, Pengantar Arsitektur mengajarkan tentang apa itu arsitek, perkembangan dunia arsitektural, jenis arsitek, dan pengguna arsitek.
4. Arsitek Dalam Konteks Proyek Pembangunan
Menjelaskan secara rinci mengenai proyek dan daur hidup proyek, pelaku utama proyek, komunikasi antar pelaku proyek, arsitek sebagai peracang, dsb. Hal ini untuk melatih ketrampilan mahasiswa sejak dini sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja.
5. Kreativitas dan Komunikasi
Mata kuliah ini juga mengajarkan mahasiswa untuk lebih bersikap kreatif dan pandai memecahkan masalah, dengan menggunakan cara komunikasi yang baik, hal ini dikarenakan komunikasi merupakan salah satu poin terpenting dalam dunia arsitek. Bentuk komunikasi yang baik, akan menggambarkan secara tidak langsung citra visual dari hasil kreativitas sang arsitek.
6. Struktur
Struktur merupakan salah satu elemen yang tidak bisa dipisahkan dalam arsitektural, oleh karena itu dalam mata kuliah ini diajarkan mengenai struktur-struktur dasar, struktur alami maupun buatan dan hubungan antar struktur.
7. Estetika
Estetika atau Keindahan adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam mendesain sebuah bangunan. Untuk mencapai titik estetika yang tinggi, perlu dimengerti unsur dan prinsip dasar dari perancangan. Mata kuliah ini menjabarkan secara detail mengenai estetika, irama, keseimbangan, pola desain, dsb yang mendukung prinsip dalam merancang.
8. Teknologi dan Seni
Dengan teknologi dan kemajuan komputerisasi maka arsitektur juga mencakupi beberapa hal dalam dunia teknologi. Mahasiswa diajarkan tentang teknologi dalam arsitektur, selain itu juga menjelaskan mengenai manfaat komputer dalam arsitektur dan penerapannya dalam dunia kuliah maupun kerja.
Sumber : http://ocw.gunadarma.ac.id/course/civil-and-planning-engineering/study-program-of-architectural-engineering-s1/pengantar-arsitektur
B. JELASKAN PENERAPAN MATA KULIAH TERSEBUT DALAM DUNIA KERJA.
Arsitektur adalah penyeimbang dan pengatur antara keindahan/estetika (venusitas), kekuatan (firmitas), kegunaan/fungsi (utilitas), dimana semua aspek memiliki porsi yang sama sehingga tidak boleh ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis.
Arsitektur adalah bidang multi-disiplin ilmu, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, ekonomi,sosial,politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Diperlukan kemampuan untuk menyerap berbagai disiplin ilmu ini dan mengaplikasikannya dalam suatu sistematika yang integral.
Oleh karena dalam mata kuliah Pengantar Arsitektur sebagai mata kuliah paling dasar dijadikan pondasi bagi mahasiswa untuk mengetahui fungsi dan aplikasi arsitektural dalam penerapannya di dunia kerja. Pengantar Arsitektur menjadi dasar agar dalam penerapannya dalam dunia kerja, mahasiswa mengerti mengenai bentuk komunikasi yang baik dalam arsitektur dan juga penerapannya dalam pembangunan proyek. Karena dalam dunia kerja arsitektural, pemahaman tentang proyek dan struktur serta estetika juga tidak bisa dilepas karena merupakan aspek terpenting dalam arsitektur. Dengan adanya mata kuliah Pengantar Arsitektur maka kreativitas juga menjadi elemen utama dalam merancang suatu bangunan menjadi semakin diasah, karena itu penerapan mata kuliah Pengantar Arsitektur tidak hanya berada dalam satu profesi khusus saja tetapi melingkupi seluruh bidang kerja arsitektur.
Sumber : http://archipeddy.com/ess/term_ars.html
Sabtu, 20 Februari 2010
Material Bangunan
2. Batu kali adalah jenis batu yang berada di sungai yang memiliki kekuatan yang cukup baik sehingga sering dipakai sebagai bahan bangunan.
3. Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air.
4. Pasir adalah contoh bahan material butiran. Butiran pasir umumnya berukuran antara 0,0625 sampai 2 milimeter. Materi pembentuk pasir adalah silikon dioksida, tetapi di beberapa pantai tropis dan subtropis umumnya dibentuk dari batu kapur.
5. Kerikil ialah bebatuan kecil, biasanya batu granit yang dipecahkan. Ukuran kerikil yang selalu digunakan ialah antara 2 mm dan 75 mm. Kerikil sering digunakan dalam pembangunan badan jalan, dan sebagai batu campuran untuk memproduksi bata.
6. Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar, seperti gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. (Yusuf, 1998:2). Kurangnya beberapa elektron bebas keramik membuat sebagian besar bahan keramik secara kelistrikan bukan merupakan konduktor dan juga menjadi konduktor panas yang jelek. Di samping itu keramik mempunyai sifat rapuh, keras, dan kaku. Keramik secara umum mempunyai kekuatan tekan lebih baik dibanding kekuatan tariknya.
7. Kayu adalah bagian keras Tanaman yang digolongkan kepada Pohon dan Semak belukar. Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya.
8. Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari dari yang bermanfaat sampai dengan yang merusakkan. Dalam tabel periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
9. Triplek merupakan bagian yang sangat penting dari suatu bangunan, dari mulai membuat struktur butuh triplek, sampai ke Interior untuk partisi dan masih banyak lagi. Bahan dasar Triplek merupakan kayu.
10. Semen (cement) adalah hasil industri dari paduan bahan baku : batu kapur/gamping sebagai bahan utama dan lempung / tanah liat atau bahan pengganti lainnya dengan hasil akhir berupa padatan berbentuk bubuk/bulk, tanpa memandang proses pembuatannya, yang mengeras atau membatu pada pencampuran dengan air.
11. Batu bata merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding. Batu bata terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah merahan. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan batu bata semakin menurun. Munculnya material-material baru seperti gipsum, bambu yang telah diolah, cenderung lebih dipilih karena memiliki harga lebih murah dan secara arsitektur lebih indah.
12. Batako sejenis batu bata yang dibuat dari puing-puing bahan bangunan
Ciri Arsitektur Budaya Arab
Masjid Nabawi di Madinah awalnya hanya sebuah masjid sederhana yang dibangun dengan material tanah liat; bertiang pohon kurma dan beratap pelepah pohon kurma. Itu pun lantaran di lahan hadiah beberapa penduduk anshar itu terdapat banyak pohon kurma yang sudah tua. Pondasi masjid hanya berupa cetakan tanah liat yang ditumpuk-tumpuk. Nabi sendirilah yang memimpin pembangunan masjid itu sekitar tahun 622 masehi silam.Tata letak bangunan masjid memang sengaja dibuat mirip seperti tata bangunan rumah Nabi di Makkah, yang digunakan sebagai basis dakwah perjuangannya. Rumah Nabi di Mekkah itu berdiri di atas tanah seluas 2.500 meter firkan (persegi) yang dikelilingi oleh dinding-dinding tembok dengan bahan baku tanah liat. Sebagaimana kebiasaan bangsawan-bangsawan Arab pada masa itu, Nabi pun membuat sebuah pelataran besar di dalam lingkungan rumahnya. Pelataran itulah yang sering digunakan untuk menggelar syuro-syuro (rapat-rapat) bersama para sahabat seperjuangan.
Ketika Nabi hijrah ke Madinah bentuk seperti itu pun dijadikan sebagai pola masjid di sana. Pola itu biasanya disebut pola hypostyle. Pada sisi selatan pelataran dibuatkan portico atau serambi beratap, yang ditopang oleh tiga deret tiang dari batang pohon palm. Di sanalah Nabi sering berdiskusi membicarakan masalah-masalah keagamaan dan kenegaraan serta memimpin shalat berjamaah dengan para sahabat. Dahulu, pada sisi itu pula terdapat sebuah mimbar kayu sebagai tempat bagi nabi untuk berkhutbah. Menurut berbagai riwayat, itulah mimbar pertama yang digunakan Nabi. Malahan, mimbar itu disebut-sebut sebagai poin sentral dari Masjid Nabawi, pada masa-masa awal.
Menurut catatan para arkeolog arsitektural, masjid yang dibangun pada zaman Nabi punya beberapa karakterisrik, yakni: memiliki shahn (pelataran gedung terbuka yang dikelilingi tembok) dan portico yang sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Arab Semit, seperti yang terdapat pada sebuih kuil kuno peninggalan abad ke-2 SM. Sebagai catatan, kuil itu juga memiliki sebuah aula peribadatan berbentuk persegi panjang dengan serambi portico dan bertiang banyak.
Boleh dibilang, struktur arsitektur asli Arab (arabesque) yang digunakan Nabi dalam masjidnya itu ternyata kemudian menjadi bentuk dan struktur masjid yang disukai di dunia muslim dari masa ke masa, khususnya di kawasan Maghribi, Afrika Tengah dan Masyriqi. Elemen shahn tadi, bahkan, kemudian menjadi salah satu ciri elemen arsitektural yang cukup menonjol dalam struktur arsitektur domestik, baik bangunan-bangunan berdimensi mewah maupun sederhana dalam sejarah arsitektur dunia Islam.
Kemudian, pada masa Dinasti Umayyah berkuasa, Khalifah al-Walid memerintahkan para arsitek dan insinyur Arab melakukan perluasan dan restorasi fisik bangunan Masjid Nabi, istilah lain dari Masjid Nabawi. Walaupun pembangunan ini berskala besar, tapi khalifah tetap menghendaki agar struktur asli masjid tidak diubah: memiliki lapangan terbuka ber-portiko lengkap dengan mihrabnya.
Meski bentuk dasar aslinya dipertahankan, namun mihrab pada dinding bagian selatan (arah kiblat) akhirnya dimodifikasi melalui sentuhan kreasi tangan-tangan seniman ukir pada masa itu. Selain itu, para insinyur pelaksananya juga membangun minaret yang berfungsi sebagai tempat muazin melantunkan azan. Minaret, saat itu, dianggap sebagai unsur baru dalam arsitektur masjid.
Sepertinya, dalam melakukan modifikasi dan restorasi Masjid Nabawi, Khalifah al-Walid menggabungkan struktur arabesque dengan gaya bangunan peribadatan Byzantium. Selain itu, khalifah juga menggabungkan kamar-kamar ummahat al-mu’minin (para wanita-wanita bangsawan, baca: kepuntren, dalam konteks Jawa) sebagai bagian dari kompleks masjid. Semasa Khalifah Walid bin Abdul Malik juga dilakukan penambahan lahan seluas 2.369 meter firkan (meter persegi).
Kini, Masjid Nabawi memiliki 10 minaret (menara): masing-masing setinggi 105 meter ditambah ornamen tiang bulan sabit. Tinggi lantai dasar 12,55 m dan ruang bawah tanah setinggi 4 meter. Jumlah tiang masjid selama perluasan 2.104 tiang berdiameter 64 cm dengan jarak antartiang antara 6 meter sampai 18 meter yang membentuk serambi dan pelataran. H
ebatnya, masjid ini memiliki 27 kubah berteknologi tinggi, yang dapat dibuka secara elektrik untuk pengaturan kondisi udara alami dalam masjid. Seluruh kubah itu menaungi 18 x 18 meter firkan yang membentuk pelataran terbuka dalam masjid (tipe hipostyle). Tinggi kubah itu dari lantai atap mencapai 3,5 meter. Sedangkan dari lantai dasar 16,56 meter berdiameter 2,3 meter dan jari-jari tinggi 4 meter.
Sementara itu, pada makam Rasulullah terdapat gambar-gambar dekoratif bermotif bandul, lampu, masjid dan menara. Sambungan dekorasi ukiran kayu, marmer dan logam pada jendela, pintu, tiang, dikerjakan dengan sangat teliti dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.
Masjid Nabawi telah mengalami banyak perluasan dan pembangunan oleh banyak penguasa. Namun, bentuk dasarnya tetap tak berubah: struktur hypostyle sebagai struktur arabesque. Struktur inilah yang dipakai masjid-masjid terkenal lain di dunia. (dari berbagai sumber).
Bangunan Tradisional
Ciri-cirinya:
1. Denah berbentuk segi empat memanjang dari depan kebelakang
2. Atap berbentuk pelana atau perisai
3. Struktur atap tersusun dari kerangka kuda-kuda, untuk atap ditambah satu elemen struktur atap yaitu Jurai.
4. Pada bagian depan rumah gadang terdapat sepenggal atap miring yang disebut “Topi” atau “Dak” atau ” Markis” yang
berfungsi menahan cahaya matahari atau tampias hujan pada ruang depan yang selalu terbuka. Dak ini didukung oleh
sekor-sekor, baik yang terbuat dari kayu maupun besi.
II. Jenis Rumah Joglo
Ciri-cirinya:
1. Merupakan pengaruh dari arsitektur atau kebudayaan jawa
2. Struktur atapnya disusun oleh rangka kuda-kuda biasa, tidak mengenal batang-batang diagonal
3. Denah berbentuk bujur sangkar
4. Struktur atap tersusun dari kerangka
5. Sepenggal bagian depan dari ruang depan rumah Joglo secara keseluruhan menghasilkan dengan berbentuk bujur sangkar.
III. Jenis Rumah Bapang / Kebaya
Ciri-cirinya:
1. Atap berbentuk pelana tetapi berbeda dengan atap rumah Gadang, bentuk pelana rumah bapang adalah tidak penuh
IV. Jenis Rumah Panggung
Ciri-cirinya:
1. Bentuk rumah panggung didirikan oleh masyarakat betawi untuk mengatasi banjir, karena mereka mendirikan rumah diatas air atau diatas aliran sungai
2. Pada bagian rumah tersebut terdapat “Bala suji” atau tangga rumah, namun saat ini bala suji tidak lagi dirumah-rumah betawi
3. Bala suji secara kiasan berarti Kawasan penyejuk
4. Setelah melewati Bala suji akan terdapat Serambi depan atau Amben yang biasanya digunakan untuk menerima tamu
5. Amben kadang dipagar pembatas atau Langkan atau dibiarkan terbuka
6. Ruang tidurnya disebut Pangkeng, jaman dahulu pangkeng tidak diberi sekat, namun setelah mendapat pengaruh Belanda rumah-rumah betawi kemudian diberi ruang-ruang tidur
7. Dinding yang membatasi antara Pangkeng dan Amben disebut Grade. dinding ini terdiri dari dua buah jendela dan pintu.
V. Struktur Bangunan Betawi
1. Konstruksi rumah betawi diawali dengan Umpak, yaitu batu yang menahan beratnya Dinding
2. Pada bagian tengah kekuatan bertumpu pada Penglari dan pada bagian atas, aksentuasi konstruksi pada kuda-kuda
3. Secara garis besar sistem struktur banguan yang secara keseluruhan berbeda, unsur-unsur struktur maupun lihat dari
tata letak fungsi-fungsi atau ruang-ruangnya, pola yang dimiliki oleh rumah tradisional betawi cenderung bersifat
simetris walaupun bukan hal yang mutlak
4. Secara umum, tradisional betawi mempunyai tata ruang yang sederhana dan terdiri dari 3 kelompok yaitu Ruang depan, Tengah dan Belakang.