Minggu, 01 Mei 2011

Sejarah, Potensi dan Sistem Permukiman Perkotaan KOTA DUMAI

SEJARAH KOTA


Tercatat dalam sejarah, Dumai, sebuah dusun kecil di pesisir timur Propinsi Riau, kini mulai menggeliat menjadi mutiara di pantai timur Sumatera. Kota Dumai merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis. Dumai dikukuhkan menjadi Kota Dumai dengan UU No. 16 tahun 1999 tanggal 20 April 1999 dimana status Dumai sebelumnya adalah Kota Administratif.
Pada awal pembentukannya, Kota Dumai hanya terdiri atas 3 kecamatan, 13 kelurahan dan 9 desa dengan jumlah penduduk hanya 15.699 jiwa dengan tingkat kepadatan 83,85 jiwa/km2.



KOTA DUMAI TEMPO DULU



Tercatat dalam sejarah bahawa Dumai dulunya hanyalah sebuah dusun kecil di pesisir timur Propinsi Riau. Saat ini Dumai mulai menggeliat menjadi mutiara di pantai timur Sumatera. Mendengar Kota Dumai bagi masyarakat Riau sendiri juga tidak lepas dari sebuah legenda Ratu Cik Sima dan Putri Tujuh yang masih dapat kita lihat makamnya di kota kedua terbesar di Riau dengan penduduk 200 ribu jiwa ini. Kota Dumai merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis. Dumai disahkan menjadi Kota Dumai berdasarkan UU No. 16 tahun 1999 tanggal 20 April 1999 dimana status Dumai sebelumnya adalah Kota Administratif.

KOTA DUMAI MASA KINI
Kota Dumai memiliki luas 1.727,385 km². Jika pada masa dahulu Dumai adalah bagian pesisir yang dihuni oleh masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, kini Dumai telah berubah menjadi kota maju dan menduduki peringkat sebagai kota terluas nomor dua di Indonesia setelah Manokwari (Papua Barat).
Kota Dumai dengan jumlah penduduk sebanyak 230.191 jiwa merupakan salah satu kota pelabuhan paling strategis di Provinsi Riau. Sebagai pintu gerbang di pantai timur Sumatera, pelabuhan Dumai berperan penting dalam melayani aktifitas ekspor impor barang dan penumpang domestik maupun manca negara seperti Malaka Malaysia. Pelabuhan ini terdiri dari 9 unit, empat diantaranya dikelola oleh perusahaan minyak "Chevron" dan 5 unit dikelola oleh Pemerintah. Saat ini aktifitas ekspor impor menghasilkan uang sebanyak US$. 5.770,13 juta per tahun.


Saat ini sebuah kota yang berkembang pesat, Dumai telah dilengkapi dengan fasilitas dan infrastruktur yang baik seperti sarana transportasi (Jalan Raya, Pelabuhan dan Bandar Udara), Listrik, Perbankan, Layanan Telekomunikasi Canggih (termasuk Telepon Selular dan Jaringan Internet).
Dalam rangka meningkatkan fasilitas dan pelayanan terhadap pelaku bisnis dan masyarakat umum, pemerintah Kota Dumai telah mendirikan Kantor Pelayanan Terpadu dibawah koordinasi Kantor Penanaman Modal Kota Dumai dengan tujuan penghematan biaya, waktu dan prosedur pelayanan perizinan. Kantor ini berfungsi mempermudah dan mempercepat urusan perizinan.


Kota Dumai
Tata rencana kawasan perkotaan Dumai pun semakin dibenah menurut pemerintah setempat. Kota Dumai termasuk kota pemekaran yang berkembang sangat pesat.
Kini dumai semakin membenahi struktur dan infrasturuktur daerahnya menjadi semakin lebih baik dan maju, hal ini dilihat dari potensi-potensi yang semakin dikembangkan antara lain :


INDUSTRI
Sejak jaman dulu Dumai dikenal sebagai daerah pemasok minyak Mengingat posisi Dumai yang strategis, dimana sebagai kota pelabuhan dan kilang minyak yang banyak disinggahi kapal-kapal / pelayaran internasional selat Melaka, juga mengingat kualitas Dumai sebagai Merupakan kawasan UNIT PENGOLAHAN II (UP II) PT. PERTAMINA untuk mengekspor minyak bumi dan hasil alam lainnya seperti sawit. Maka pemerintahpun tidak lupa untuk merebut peluang dan menjadikan Dumai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.


Dumai juga dikenal sebagai kota minyak. Tiga industri yang turut serta memajukan Dumai secara tidak langsung adalah PT. CPI (Chevron Pacific Indonesia) yang bergerak mayoritas dalam bidang pertambangan dan ekspor minyak dan gas bumi, kemudian PT. Pertamina yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pendistribusian minyak dan gas bumi dalam negeri, serta disusul oleh industri pengolahan minyak sawit (CPO) PT. BKR (Bukit Kapur Reksa).
Selain Industri Skala besar seperti di atas, terdapat juga beberapa industri kecil atau home Industri. Pengolahan hasil pertanian seperti Kelapa dijadikan VCO minyak kelapa murni. Kota Dumai dalam memainkan peranannya ke depan, telah memiliki lima kawasan Industri yang strategis yaitu Kawasan Industri Dumai (KID) di Pelintung, Kawasan Industri Lubuk Gaung, Kawasan Industri Dock Yard, Kawasan Industi Bukit Kapur dan Kawasan Industri di Bukit Timah.


Di sektor perdagangan, Dumai memainkan peranan penting sebagai pintu gerbang aktifitas ekspor-impor di Provinsi Riau. Tercatat bahwa nilai ekspor dari Pelabuhan Dumai berjumlah US$. 884.239.454 juta dan nilai impor sebanyak US$. 56.496.458 juta. Angka tersebut menyatakan bahwa lebih dari separuh nilai ekspor-impor masuk melalui Pelabuhan Dumai.


PERTANIAN
Kota Dumai menyimpan potensi yang bagus di sektor pertanian. Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik (BPS), kota ini memiliki 3595 Ha lahan tanaman pangan dan 624 Ha lahan sayur-sayuran, dan 21.933 Ha untuk perkebunan Sawit, Karet, Kelapa dan Kopi.
Produksi komoditi lainnya adalah tanaman pangan berupa Padi Sawah, Padi Lahan Kering, Jagung, Ubi Kayu, Kentang, Kacang Kedelai dan Kacang Hijau, sayur-sayuran terdiri dari Cabe, Mentimun, Kangkung, Terong, Kacang Panjang dan Bayam, sementara buah-buahan terdiri dari Pisang, Durian, Mangga, Jeruk, Rambutan, Pepaya, Nenas dan Jambu;


Perkebunan Kelapa Sawit di Dumai
Lahan pertanian di Kota Dumai masih sangat Luas namun belum termanfaatkan secara Maksimal. Empat kecamatan di Kota Dumai yaitu Kecamatan Sungai Sembilan, Medang Kampai, Bukit kapur dan Dumai Barat merupakan wilayah yang memiliki sumber daya lahan yang potensial untuk pengembangan agrobisnis dan agroindustri dengan rekayasa teknologi tepat guna byocyclo farming seperti padi, palawija, sayuran Sumatera, pisang, nenas, durian, mangga, rambutan, sawit, aneka ternak (sapi, kambing, itik dan ayam) serta budidaya tambak ikan air tawar (patin, ikan mas, gurami serta ikan hias).


TRANSPORTASI
1. Darat.
Kota Dumai yang berjarak 250 km dari Kota Pekanbaru didukung oleh transporasi darat yang memadai. Infrastruktur jalan di daerah ini sudah mencapai ke berbagai daerah dengan total panjang mencapai 944.624 km. Dimana Dumai terletak di jalur Timur Trans Sumatera yang memainkan peran sebagai penghubung untuk daerah Riau Daratan, termasuk untuk Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

2. Laut.
Sebagai pintu gerbang daerah Timur Sumatera, Pelabuhan Dumai tidak hanya melayani tujuan domestic untuk tujuan Bengkalis, Selatpanjang, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, dan Batam. Akan tetapi juga ke Nagara Malaysia, melalui Pelabuhan Melaka, Kelang, dan Porkdicson.
Selain pelabuhan umum yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo) Dumai, Dumai juga memiliki pelabuhan khusus PT Cevroen Pasific Indonesia (PT CPI), PT Pertamina, dan Pelabuhan Khusus PT Kawasan Industri Dumai (PT. KID).

3. Udara.
Kota Dumai memiliki Bandar Udara (Bandara) Pinang Kampai, yang saat ini sedang ditingkatkan dari bandara khusus menjadi bandara umum. Bandara yang memiliki panjang lintasan 1800 m dan lebar 30 m ini dapat menampung pesawat dari Fokker 28, Fokker 50, dan Fokker 100.


PELABUHAN
Dumai memiliki Pelabuhan Udara Pinang Kampai yang terletak berdekatan dengan Komplek Perumahan PT. CPI.


Disamping akses udara, Kota Dumai memiliki keunggulan sebagai salah satu Kota di Provinsi Riau yang berpeluang untuk memanfaatkan potensi pengembangan pelabuhan laut; dimana Dumai berada pada posisi lintas perdagangan internasional Selat Melaka; yang dikelola oleh PELINDO dan beberapa pelabuhan rakyat. Pelabuhan di Dumai telah dibangun sebagai pelabuhan penghubung untuk kegiatan ekspor impor, begitu juga para penumpang yang ingin menuju ke Malaka – Malaysia. Pelabuhan Dumai terdiri dari 9 unit, 4 unit dimilki Chevron, dan 5 unit milik pemerintah. Sepanjang daerah pantai Dumai terdapat beberapa pabrik minyak dan pengolahan minyak dengan kapasitas 170.000 barrel per hari dan dapat menampung 850.000 barrel minyak per hari. Dumai juga disebut sebagai gerbang ekspor minyak Indonesia. Pada saat ini aktivitas ekspor gas sejumlah USD 426.123 juta per tahun.
Dumai telah memiliki Sembilan unit pelabuhan bertaraf international, lima unit dikelola ole PT Pelabuhan Indonesia I (PT Pelindo I) yang mampu disandari oleh dua kapal jenis tanker berukuran 150 meter sampai 180 meter. Empat unit pelabuhan lainnya dikelola oleh perusahaan eksplorasi minyak bumi yakni PT.Chevron Pacific Indonesia yang mampu disandari tiga kapal jenis tanker sekaligus. Pelabuhan Dumai memiliki sejumlah fasilitas dalam skala besar seperti kolam-kolam dan perairan pelabuhan, pemandu, penundaan, pelayanan barang, pengusahaan, dan persewaan alat,dan lain-lain. Selain itu pelabuhan Dumai memiliki alur pelayaran sepanjang 55 mil (88 kilometer) terdiri atas 22 mil (35,2 kilometer) melalui selat bengkalis dan 33 mil (55,8 kilimeter melalui selat Rupat. Lebar maksimumnya mencapai 255 meter dan maksimum 1,7 kilometer dengan kedalaman rata-rata 16 meter. Kondisi yang alami sangat ideal untuk dikunjungi oleha kapal samudra antar pulau dengan ukuran maksimum 255 meter. Pelabuhan Dumai yang luasnya 785.161 meter persegi menjadikan pelabuhan Dumai memili fasilitas yang memadai seperti dermaga, perkantoran, gudang, lapangan penumpukan, terminal penumpang, dan lain-lain. Sedangkan untuk komoditi yang dominan melewati pelabuhan Dumai adalah CPO dan turunannya sera komoditi curah kering yaitu palm kernel ekspeller (PKE) dan palm kernel shell (PKS) pupuk dan minyak.


RENCANA TATA RUANG BANGUNAN dan LINGKUNGAN DUMAI
RTBL adalah rencana teknik dan program tata bangunan serta pedoman pengendalian pembangunan, sebagai salah satu alat pengendalian pemanfaatan ruang yang diberlakukan secara khusus pada bangunan atau kelompok bangunan pada suatu lingkungan/kawasan.
Strategi untuk menentukan RTBL di kawasan ini ditentukan oleh kondisi awal site dan hasil analisis eksisting pada pengembangan kawasan. Tingkat permasalahan di setiap area kawasan yang berbeda, harus ditindaklanjuti dengan penanganan dengan klasifikasi dan nilai prioritas yang berbeda pula. Konsep desain Pelabuhan Dumai ini adalah mewujudkan kawasan pesisir Dumai menjadi kawasan yang tanpa meninggalkan identitas lokal dan produktivitas lingkungan daerah tersebut serta mengedpankan aspek pelestarian lingkungan. Perencanaan dengan perbaikan struktur ruang kota, sistem transportasi kota, infrastruktur kota, alokasi ruang kawasan, sistem sirkulasi kawasan, dan penataan intensitas bangunan.
Kunci bagi terciptanya lingkungan Kota Dumai yang efisien dalam pola pelayanan infrastruktur, lingkungan yang profitable bagi investasi dan layak huni bagi pemiliknya adalah sinergi kepentingan pemerintah, swasta, dan masyarakatnya. Komponen pusat kota yang dikembangkan di kawasan Kota Dumai meliputi kawasan komersial, ekonomi dan industri


Sistem Permukiman Perkotaan
Sesuai dengan Perda Kota Dumai Nomor 11 Tahun 2002 RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA DUMAI, maka pada pasal 9 mengenai Sistem Permukiman Perkotaan, terbagi atas:
1. Kawasan Permukiman penduduk yang disediakan untuk pemanfaatan ruang terdiri dari:
a. Permukiman terencana yang berlokasi di Kecamatan Dumai Barat dan Kecamatan Bukit kapur berfungsi sebagai daerah tempat tinggal yang khusus dibangun oleh pihak ketiga;
b. Permukiman campuran yang berlokasi di Kecamatan Dumai Timur dan Kecamatan Dumai Barat berfungsi sebagai daerah pusat perekonomian dan tempat tinggal;
c. Permukiman biasa yang berlokasi diseluruh Kecamatan Kota Dumai sebagai daerah tempat tinggal tanpa melihat faktor ekonomi;
d. Permukiman Dumai Baru (Kota Baru dalam Kota) seluas lebih kurang 12.760 ha di Kecamatan Bukit Kapur;
e. Permukiman pertanian yang berlokasi di Kecamatan Dumai Barat, Kecamatan Bukit Kapur dan Kecamatan Sungai Sembilan berfungsi sebagai daerah tempat tinggal yang khusus dibangun untuk meningkatkan perekonomian masyarakat petani;
Kecamatan Dumai Barat dan Kecamatan Bukit Kapur dialokasikan sebagai kawasan pemukiman yang dibangun oleh pihak ketiga (pihak swasta). Selain itu kecamatan Dumai Timur dan Dumai Barat ditekankan sebagai sentra ekonomi daerah dengan penempatan zona-zona komersil di kawasan tersebut. Selain sebagai pusat perekonomian, kawasan ini juga difungsikan sebagai kawasan tempat tinggal atau pemukiman. Sedangkan pemukiman biasa terletak di kecamatan Kota Dumai, tanpa memetakan zona ekonomi pada kawasan tersbut, sehingga kecamatan Kota Dumai merupakan area pemukiman penduduk. Kecamatan Dumai Barat, Bukit Kapur, dan Sungai Sembilan dialokasikan sebagai kawasan pertanian/perkebunan sekaligus pemukiman bagi para petani.

2. Kawasan pemerintahan yang disediakan untuk pemanfaatan ruang terletak di Kecamatan Bukit Kapur dan Kecamatan Dumai Timur;
Seluruh kawasan pemerintahan dipusatkan pada kecamatan Bukit Kapur dan kecamatan Dumai Timur.

3. Kawasan perdagangan dan jasa yang disediakan untuk pemanfaatan ruang terdiri dari:
a. Kawasan Pelabuhan samudera indonesia di kelurahan Dumai Kota, Buluh Kasap, dan Laksamana seluas lebih kurang 79 Ha;
b. Kawasan Pengembangan Pelabuhan di kelurahan Tanjug Palas dan kelurahan Mundam seluas lebih kurang 231 Ha;
c. Kawasan Perdagangan di kelurahan Simpang Tetap, Rimba Sekampung, Pangkalan Sesai, Guntung, Teluk Makmur, Bagan Besar, dan seluas lebih kurang 1.735 Ha.
Dumai yang berada di bagian pesisir Riau ini memiliki potensi pada bidang kelautan. Oleh karena itu kawasan perdagangan dipusatkan pada pelabuhan-pelabuhan yang ada di Dumai.
Sesuai dengan perkembangan Dumai dewasa ini maka Dumai memiliki tiga kawasan industry yang luas dimana dua kawasan inidustri yang luas yang terletak di bibir pantai Dumai yang memiliki kemampuan sandar kapal tanker besar ini dikarena kedalaman 16 m membuat pelabuhan menjadi pelabuhan standard international.

4. Kawasan industri yang disediakan untuk pemanfaatan ruang terdiri dari :
a. Kawasan industri Lubuk Gaung di kelurahan Tanjung Penyembal seluas lebih kurang 1.475 Ha;
b. Kawasan pengembangan terpadu Dock Yard di kelurahan Pangkalan sesai seluas lebih kurang 300.
Dua kawasan industry yang terletak di bibir pantai yakni kawasan industry pelintung dan kawasan industry lubuk gaung. Dumai dalam memainkan peranannya ke depan, telah memiliki lima kawasan Industri yang strategis yaitu Kawasan Industri Dumai (KID) di Pelintung, Kawasan Industri Lubuk Gaung, Kawasan Industri Dock Yard, Kawasan Industi Bukit Kapur dan Kawasan Industri di Bukit Timah.
Salah satu kawasan inidustri ini telah menjadi kawasan industri yang paling pesat kemajuannya di Propinsi Riau yakni kawasan industri Pelintung. Di kawasan industri ini telah dibangun satu dermaga ekspor dengan kapasitas tiga kapal tanker sekali sandar. Telah dibangun juga pabrik pupuk NPK dan telah berproduksi, yang diyakini menjadi pabrik pupuk NPK terbesar di Asia Tenggara.


Sumber lain:
http://www.dumaikota.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=135&Itemid=108
http://unirab.multiply.com/photos/album/23/Dumai_Tempo_Dulu
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=540748&page=5
http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Dumai
http://logicprobe10.wordpress.com/kota-kelahiranku/
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/11/84762/126/101/Kota-Dumai-Siaga-I-Kabut-Asap

1 komentar:

  1. BOSAN KALAH TERUS DI WEB ANDALAN ?
    SAAT NYA UNTUK BERALIH DARI WEB ANDALAN ANDA

    ZOYA99(.)COM ADALAH WEBSITE POKER TERBESAR DAN TERPERCAYA SEASIA
    DENGAN
    - MINIMAL DEPOSIT & WITHDRAW 20RB
    - BONUS ROLLINGAN 0.3%
    - BONUS REFERAL 15%
    - PROSES DP DAN WD SUPER CEPAT
    - SERVICE TERBAIK

    CONTACT :
    Pin BBM : D8B82A86
    Pin BBM : 2BE5BC31
    Line : zoya_qq
    WA : +85515370075

    DENGAN 7 JENIS PERMAINAN YG BISA DIMAINKAN HANYA DENGAN 1 ID :
    • Poker
    • BandarPoker
    • AduQ
    • BandarQ
    • CapsaSusun
    • Domino99
    • Sakong

    INFO LEBIH LANJUT LANGSUNG SAJA KE
    zoya99(.)com

    BalasHapus

.